PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
A.
Pengertian
Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
Pengelolaan kelas
terdiri dari dua kata yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelolaan merupakan
terjamahan dari kata “management”. Dalam kamus umum bahasa Indonesia disebutkan
bahwa pengelolaan adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang
dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Sedangkan
menurut Suharsimi Arikunto kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang
sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Dalam hal ini
tidak terkait pengertian ruangan kelas.Pandangan beliau dalam pengertian
pengajaran, kelas bukan wujud ruangan, tetapi sekelompok peserta didik yang
sedang belajar, meskipun peristiwa itu terjadi di ditempat lain, dimana siswa
sedang berkerumun belajar tentang hal yang sama, dari fasilitator yang sama.
B. Sikap Guru Dalam Manajemen Kelas
Menurut Djamarah (2006 : 185) hendaknya guru
harus bersikap:
1.
Hangat
dan antusias, guru yang hangat dan akrab pada siswa akan menunjukan antusias
pada tugasnya.
2.
Menggunakan
kata – kata, tindakan, cara kerja dan bahan – bahan yang menantang akan
meningkatkan kegairahan siswa untuk belajar
3.
Bervariasi
dalam penggunaan alat atau media pola interaksi antara guru dan siswa.
4.
Guru
luwes untuk mengubah startegi mengajarnya
5.
Guru
harus menekankan pada hal – hal yang positif dan menghindari
6.
Guru
harus menekankan pada hal – hal yang positif dan menghindari pemusatan
perhatian pada hal – hal yang negative
7.
Guru
harus disiplin dalam segala hal
C. Peran Guru Dalam Manajemen Kelas
Salah satu tugas guru sebagai pendidik di
sekolah adalah sebagai menajer. Seorang guru harus mampu memimpin kelasnya agar
tercipta pembelajaran yang optimal. Fasilitas dan kondisi kelas merupakan salah
satu factor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Menurut Padmono (2011 : 23)
fasilitas kelas (instrumental in put) berkaitan erat dengan terciptanya
lingkungan belajar (environmental in put) kondusif sehingga murid dengan senang
dan sukarela belajar. Penataan fasilitas dapat menjadi pendorong jika
diorganisir secara baik. Di sinilah peran guru SD dapat terlihat, adapun peran
guru dalam memanajemen kelas agar tercipta pembelajaran yang efektif sebagai
berikut :
1. Peran guru dalam pengorganisasian kelas
Organisasi kelas yang tepat akan mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusif. Pengorganisasian kelas ini pada dasarnya bersifat lokal, artinya organisasi kelas tergantung guru, kelas, murid, lingkungan kelas, besar ruangan, penerangan, suhu, dan sebagainya.
Organisasi kelas yang tepat akan mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusif. Pengorganisasian kelas ini pada dasarnya bersifat lokal, artinya organisasi kelas tergantung guru, kelas, murid, lingkungan kelas, besar ruangan, penerangan, suhu, dan sebagainya.
2. Peran guru dalam pengaturan tempat duduk
Penataan kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru.
Penataan kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru.
3. Peran guru dalam pengaturan alat-alat
pelajaran
Alat-alat pelajaran dapat klasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain: Menurut kedudukannya; alat pelajaran dibedakan atas permanen dan tidak permanen. Permanen jika alat pelajaran tersebut diletakkan di kelas secara terus menerus, misalnya: listrik, papan tulis, dan sebagainya. Alat pelajaran tidak permanen atau yang bergerak (movable) yaitu alat pelajaran yang dapat dipindah, misalnya: kursi, OHP, mesin-mesin, peta, dan sebagainya. Menurut fungsinya; a) alat untuk menulis; kapur, papan tulis, pensil, dan lain-lain; b) alat-alat lukis; jangka, meter, segitiga, buku.
Alat-alat pelajaran dapat klasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain: Menurut kedudukannya; alat pelajaran dibedakan atas permanen dan tidak permanen. Permanen jika alat pelajaran tersebut diletakkan di kelas secara terus menerus, misalnya: listrik, papan tulis, dan sebagainya. Alat pelajaran tidak permanen atau yang bergerak (movable) yaitu alat pelajaran yang dapat dipindah, misalnya: kursi, OHP, mesin-mesin, peta, dan sebagainya. Menurut fungsinya; a) alat untuk menulis; kapur, papan tulis, pensil, dan lain-lain; b) alat-alat lukis; jangka, meter, segitiga, buku.
4. Peran guru dalam pemeliharaan keindahan
ruangan kelas
Kelas yang indah akan memberikan rasa nyaman dan membuat anak betah belajar di dalam kelas. Kelas yang diharapkan mengundang anak untuk betah berada di dalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan keindahannya. Guru memiliki peran untuk mengorganisir siswanya agar dapat mendesain kelasnya menjadi kelas yang indah. Guru dapat membimbing siswa untuk mendesain kelas menjadi indah seperti menata buku sesuai dengan ukurannya, menempelkan gambar – gambar di ruangan kelas.
Kelas yang indah akan memberikan rasa nyaman dan membuat anak betah belajar di dalam kelas. Kelas yang diharapkan mengundang anak untuk betah berada di dalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan keindahannya. Guru memiliki peran untuk mengorganisir siswanya agar dapat mendesain kelasnya menjadi kelas yang indah. Guru dapat membimbing siswa untuk mendesain kelas menjadi indah seperti menata buku sesuai dengan ukurannya, menempelkan gambar – gambar di ruangan kelas.
D.
Macam
Macam Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
Menurut Syaiful Bahri,
pendekatan tersebut meliputi pendekatan kekuasaan, pendekatan ancaman,
pendekatan kebebasan, pendekatan resep, pendekatan pembelajaran , pendekatan
perubahan tingkah laku, pendekatan suasana emosi dan hubungan sosial,
pendekatan proses kelompok dan pendekatan elektis atau pluralistik.
1.
Pendekatan Kekuasaan
Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu
proses untuk mengontrol tingkah laku peserta didik. Peranan guru disini adalah
menciptkan dan mempertahankan situasi disiplin kelas. Kedisiplinan adalah
kekuatan yang menuntut kepada peserta didik untuk menaatinya. Di dalamnya ada
kekuasaan dalam norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui
kekuasaan dalam bentuk norma itulah guru mendekatinya.
Di dalam kegiatan pembelajaran, factor
kedisiplinan adalah kekuatan utama untuk dapat menciptakan suasana belajar yang
kondusif, karena itu guru perlu menekankan pentingnya peserta didik untuk
menaati peraturan yang telah dibuat sebelumnya. Berbagai peraturan itu ibaratnya
adalah “penguasa” yang wajib untuk ditaati. Oleh sebab itu, guru harus mampu
melakukan pendekatan yang baik kepada peserta didik melalui peraturan ini, dan
bukan kemauannya sendiri. Alangkah lebih baik jika sebelum memulai mengajar,
guru membuat kesepakatan-kesepakatan dengan peserta didik mengenai keharusan
untuk menaati aturan. Namun, tak hanya peserta didik, guru juga harus konsisten
mengikuti segala peraturan yang ditetapkan agar tidak timbul kecemburuan
diantara para peserta didik.
2.
Pendekatan Ancaman
Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini,
pengelolaan kelas juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku
peserta didik. Tetapi dalam mengontrol tingkah laku peserta didik dilakukan
dengan cara memberikan ancaman, misalnya, melarang, ejekan, sindiran, dan memaksa.
Ancaman disini sepatutnya tidak dilakukan sesering mungkin dan hanya diterapkan
manakala kondisi kelas sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan. Selama guru
masih mampu melakukan pendekatan lain di luar ancaman, maka akan lebih baik
jika pendekatan dengan ancaman ini ditangguhkan. Namun satu hal yang harus
diingat,pendekatan ancaman harus dilakukan dalam taraf kewajaran dan diusahakan
untuk tidak melukai perasaan peserta didik. Guru mungkin perlu memberi ancaman
seperti penangguhan nilai, pemberian tugas tambahan, serta memberikan
tugas-tugas lain yang sifatnya mendidik bagi mereka. Ancaman dalam bentuk
intimidasi yang berlebihan, seperti mengejek, membanding-bandingkan, memukul
dan memaksa, sebaiknya difikirkan ulang sebelum diterapkan. Sebab ancaman
seperti itu sangat mungkin dapat melukai perasaan peserta didik serta
menyebabkan mereka semakin bertindak represif di dalam kelas. Sindiran halus
juga dapat dilakukan oleh guru terhadap peserta didik yang kurang menaati aturan.
3.
Pendekatan Kebebasan
Pengelolaan diartikan sebagai suatu proses
untuk membantu peserta didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan
dan dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan
peserta didik, selama hal itu tidak menyimpang dari peraturan yang telah
ditetapkan dan disepakati bersama. Terkadang, peserta didik tidak nyaman
apabila ada seorang guru yang terlalu over-protectif sehingga peserta didik
tidak leluasa melakukan eksperimennya.Jika memberikan tugas kepada peserta
didik untuk menuliskan beberapa pengalaman, maka berilah mereka kebebasan
untukmenceritakan apa saja yang mereka tuliskan. Jangan membuat
ketentuan-ketentuan yang terlalu ketat yang karenanya dapat mengekang kebebasan
peserta didik untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya.
4.
Pendekatan Resep
Pendekatan resep (cook book) ini dilakukan
dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang
tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang
terjadi di kelas. Dalam daftar ini digambarkan tahap demi tahap apa yang harus
dikerjakan oleh guru. Peranan guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang
tertulis dalam resep.
5.
Pendekatan
Pembelajaran
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan
bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran akan dapat mencegah
munculnya masalah tingkah laku peserta didik, dan memecahkan masalah itu bila
tidak bisa dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam
mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku peserta didik yang kurang
baik. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang
baik. Oleh karena itu buatlah perencanaan pembelajaran yang matang sebelum
masuk kelas dan patuhilah tahapan-tahapan yang sudah dibuat sebelumnya. Hindari
kebiasaan mengajar dengan apa adanya, apalagi tanpa perencanaan yang matang.
Pembelajaran yang dilakukan secara sistematis tentu dapat membuat peserta didik
terhindar dari kejenuhan, karena mereka dapat mengikuti pelajarannya secara
bertahap. Sebaliknya peserta didik akan cepat lelah apabila mereka tidak faham
alur pembelajaran yang disampaikan gurunya, sehingga materi yang mereka
pelajari cenderung membingungkan.
6.
Pendekatan Perubahan
Tingkah Laku
Pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai
suatu proses untuk mengubah tingkah laku peserta didik dari yang kurang baik
menjadi baik.
7.
Pendekatan Suasana
Emosi dan Hubungan Sosial
Pendekatan pengelolaan kelas berdasarkan
suasana perasaan dansuasana sosial (socio-emotional climate approach) di dalam
kelas sebagai kelompok individu cenderung pada pandangan psikologi klinis dan
konseling (penyuluhan). Menurut pendekatan ini pengelolaan kelas merupakan
suatu proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan sosial yang
positif dalam kelas. Suasana emosional dan hubungan sosial yang positif,
artinya ada hubungan yang baik dan positif antara guru dengan peserta didik,
atau antara peserta didik dengan peserta didik. Di sini guru adalah kunci
terhadap pembentukan hubungan pribadi itu, dan peranannya adalah menciptakan
hubungan pribadi yang sehat.
8.
Pendekatan Proses
Kelompok
Pendekatan kerja kelompok dengan model ini
membutuhkan kemampun guru dalam menciptakan momentum yang dapat mendorong
kelompok-kelompok di dalam kelas menjadi kelompok yang produktif. Disamping
itu, pendekatan ini juga mengharuskan guru untuk mampu menjaga kondisi hubungan
antar kelompok agar dapat selalu berjalan dengan baik.
9.
Pendekatan Elektis
atau Pluralistik
Pendekatan elektis (electic approach) ini
menekankan pada potensialitas, kreativitas, dan inisiatif wali/ guru kelas
dalam memilih berbagai pendekatan. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistic,
yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan
yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi
yang memungkinkan kegiatan pembelajaran berjalan efektif dan efisien.
10.
Pendekatan Teknologi
dan Informasi
Pendekatan teknologi dan informasi dalam
pengelolaan kelas berasumsi bahwa pembelajaran tidak cukup hanya dengan
kegiatan ceramah dan transfer pengetahuan, bahwa pembelajaran yang modern perlu
memanfaatkan penggunaan teknologi dan informasi di dalam kelas. Guru perlu
memahami dalam pembelajaran teknologi dan informasi tidak hanya terfokus pada teknologi
komputer saja, guru juga berkepentingan untuk memilih dan menentukan teknologi
dan informasi apa yang di butuhkan. Pembelajaran berbasis teknologi dan
informasi akan mempermudah proses pembelajaran.
Dari
beberapa pendekatan diatas, guru bebas memilih dan menggabungkan berbagai
pendekatan sesuai dengan kemampuannya untuk menumbuhkan kegiatan pembelajaran
yang efektif. Pendekatan pembelajaran digunakan sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditentukan.
Daftar pustaka
Djamarah, Syaiful Bahri, 2006, Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Bagus sekali
BalasHapusFasilitas adalah salah satu faktor untuk menunjang hasil belajar siswa
BalasHapusJika kita melihat dgn kondisi sekolah yang terpencil sangat tidak mungkin kekurangan fasilitas jadi sesuai intrumentasi di atas bagaiman peran seorang guru sebagai tenaga pendidik untuk bisa mengoptimalkan kondisi yang ada sebagai sarana untuk menunjang tingkat pembelajaran siswa?
Iya, fasilitas memang menjadi salah satu penunjang agar keberhasilan dalam pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan mungkin kalau didaerah yg terpencil fasilitas belum memadai contohnya kurangnya sarana dan prasarana disekolah tersebut jadi sebagai seorang guru, guru harus mampu membuat masalah tersebut dapat teratasi dengan memberikan laporan kepada pemerintah setempat agar proses pembelajaran tersebut dapat berjalan dengan baik nantinya.
HapusMembantu sekali kak
BalasHapusAllhamdulillah ๐
HapusTerimakasih. Materinya bermanfaat sekali
BalasHapusAllhamdulillah ๐
HapusMaterinya sangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusAllhamdulillah ๐
HapusSangat bermanfaat ๐
BalasHapusAllhamdulillah ๐
HapusTerimaksih, materinya bagus, sangat bermanfaat๐
BalasHapusMaterinya sangt membantu
BalasHapusTerima kasih , sangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus dan bisa diterapkan dilapangan..
BalasHapus