KOMPONEN KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
A.
Pengertian
Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Untuk dapat
melaksanakannya guru juga harus menguasai berbagai komponen keterampilan dalam
manajemen kelas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komponen diartikan dengan
bagian dari keseluruhan dari unsur. Sementara keterampilan berasal dari kata
terampil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata terampil diartikan sebagai
cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu, dan cekatan. Sementara keterampilan
diartikan sebagai kecekapan untuk menyelesaikan tugas.
Jadi, komponen
keterampilan manajemen kelas adalah keseluruhan kemampuan yang dimiliki oleh
guru dalam menyelesaikan tugasnya sebagai manajeman kelas. Keterampilan
pengelolaan kelas berkaitan dengan kompetensi pedagogis. Iklim kelas yang
kondusif untuk belajar ikut mempengaruhi kesuksesan guru dalam mengantarkan
siswa mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut (Sartika,
2014) kemampuan dan keterampilan mengelola kelas dalam proses belajar mengajar
yang baik sebagai berikut:
1.
Menciptakan situasi
yang memungkinkan anak untuk belajar, sehingga merupakan titik awal
keberhasilan pengajaran.
2.
Siswa belajar dalam
suasana yang wajar, tanpa tekanan dan dalam kondisi yang merangsang untuk
belajar.
Jadi, dalam proses
pembelajaran, seorang guru harus mampu menciptakan suatu kondisi yang
memungkinkan siswa dapat melakukan pembelajaran, menumbuhkan sikap yang ramah,
memiliki kesiapan demi berjalannya suatu pembelajaran dan seorang siswa mampu
merasakan kenyamanan dalam keadaan ataupun suasana yang sewajarnya, tidak ada
tekanan dari guru dan mampu terangsang untuk belajar dengan baik.
B.
Macam
- macam Komponen Keterampilam Manajemen Kelas.
Menurut Moh. Uzer Usman,
setidaknya ada empat komponen keterampilan manajeman kelas :
1. Keterampilan mengadakan Pendekatan Secara Pribadi.
Hubungan yang akrab dan sehat antara guru
dengan peserta didik dan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya menjadi
suatu keharusan di dalam sebuah kelas. Hal ini dapat terwujud jika guru
memiliki keterampilan secara pribadi yang dapat diciptakan antara lain dengan:
a)
Menunjukkan kehangatan
dan kepakaan terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok kelas maupun
perorangan
b)
Mendengarkan secara
simpatik ide-ide yang dikemukakan oleh peserta didik.
c)
Memberikan respon
positif terhadap pemikiran peserta didiknya
d)
Membangun hubungan
saling mempercayai
e)
Menunjukkan kesiapan
untuk membantu peserta didik
f)
Menerima perasaan
peserta didik dengan penuh pengertian dan terbuka
g)
Berusaha mengendalikan
situasi hingga peserta didik merasa aman, penuh pemahaman, dan dapat memecahkan
masalah yang dihadapinya.
2. Keterampilan mengorganisasi
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung
di kelas, guru sebagai seorang manajer berperan sebagai organisator yag
mengatur dan memonitori kegiatan belajar-mengajar dari awal dimulainya hingga
akhir kegiatan. Keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai oleh guru agar
bisa mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar antara lain:
a)
Menjelaskan tujuan
belajar yang akan dicapai kepada peserta didiknya
b)
Memvariasikan kegiatan
yang mencangkup penyediaan ruangan, peralatan, dan cara menjelaskannya
c)
Membentuk komponen
yang tepat.
d)
Mengoordinasikan
kegiatan belajar mengajar kepada peserta didik, wali murid, dan kepala sekolah.
e)
Membagi perhatian pada
berbagai tugas dan kebutuhan peserta didik.
f)
Mengakhiri kegiatan
belajar dengan laporan hasil yang akan dicapai oleh peserta didik.
3. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
Keterampilan ini memungkinkan guru membantu
peserta didik untuk maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika
guru menguasai keterampilan berikut ini.
a)
Memberikan penguatan
sebagai kegiatan yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik
b)
Mengembangkan
supervisi proses awal, yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik
secara individu maupun kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah
segala sesuatu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan
c)
Mengadakan supervisi
proses lanjut yan memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan
ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung
d)
Mengadakan supervisi
pemanduan yang memusatkan perhatian pada penilaian. pencapaian tujuan dari
berbagai kegiatan belajar yang dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman dan
pemantapan sehingga peserta didik saling belajar dan memperoleh wawasan yang
menyeluruh. Ini dilakukan dengan menilai kemajuan peserta didik dan menyiapkan
mereka untuk mengikuti kegiatan akhir belajarnya.
4. Keterampilan merencanakan dan melaksanakan
kegiatan belajar-mengajar
Membantu peserta didik melakukan kegiatan
belajar, baik secara perorangan maupun klasikal merupakan tugas utama guru.
Itulah sebabnya guru harus mampu membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar
yang tepat bagi setiap peserta didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah
kelas serta mampu melaksanakan perencanaan tersebut. Untuk membantu suatu
perencanaan yang tepat, guru dituntut untuk mampu mendiaknosis kemampuan
akademik peserta didiknya, memahami berbagai tipe belajar peserta didiknya
memahami bakat dan minat peserta didiknya, dan lain sebagainya. Berdasarkan
hasil dagnostik tersebut, guru diharapkan mampu menerapkan kondisi dan tuntutan
belajar berupa belajar mandiri, paket kegiatan belajar, belajar dengan teman
sebaya, semulasi, dan sebagainya yang semuanya memadu peserta didik untuk
menghayari pengalaman bekerja sama atau bekerja dengan pengarahan
sendiri.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan
kegiatan belajar-mengajar yang harus dikuasai oleh guru sebagai manajer kelas
antara lain sebagi berikut :
a)
Membantu peserta didik
menetapkan tujuan belajar dan menstimulasi peserta didik untuk mencapai yujuan
belajar tersebut
b)
Merencanakan kegiatan
belajar bersama peserta didiknya yang mencangkup kriteria keberhasilan,
langkah-langkah kerja, waktu, serta kondisi belajar
c)
Bertindak atau
berperan sebagai penasehat bagi peserta didiknya bila diperlukan
d)
Membantu peserta didik
menilai pencapaian dan kemajuannya sendiri. Ini berarti, guru memberikan
kesempatan kepada peserta didiknya untuk memperbaiki dirinya sendiri yang
merupakan kerja sama guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan yang
manusiawi.
Berbeda dengan Moh.
Uzer usman, Syaiful Bahri Djamarah mengungkapkan setidaknya ada dua komponen
keterampilan manajemen kelas yang harus dikuasai oleh guru, sebagai berikut:
1.
Keterampilan
yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang
optimal (bersifat prevetif)
Keterampilan ini
berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan
pelajaran serta aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan keterampilan sebagai
berikut:
a)
Sikap tanggap
Seorang guru memperlihatkan sikap positif
terhadap setiap perilaku yang muncul pada siswa dan memberikan
tanggapan-tanggapanatas perilaku tersebut dengan maksud tidak menyudutkan
kondisi siswa, perasaan tertekan dan memunculkan perilaku susulan yang kurang
baik. Komponen ini ditunjukan oleh tingkah laku guru bahwa ia hadir berasama
mereka. Guru tahu kegiatan mereka, tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian,
tahu yang mereka kerjakan. Seolah-olah mata guru ada di belakang kepala,
sehingga guru dapat menegur anak didik walaupun guru sedang menulis di
papan tulis.
b)
Membagi perhatian
Kelas diisi oleh sejumlah orang (siswa) yang
memiliki keterbatasan-keterbatasan yang berbeda-beda yang membutuhkan bantuan
dan pertolongan dari guru. perhatian guru tidak hanya terfokus pada satu
orang atau satu kelompok tertentu yang dapat menimbulkan kecemburuan, tapi
perhatian harus terbagi dengan merata kepada setiap anak yang ada di dalam
kelas juga harus mampu membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang
berlangsung dalam waktu yang sama agar pengelolaan kelas menjadi efektif.
c)
Pemusataan perhatian kelompok
Munculnya kelompok informal di kelas atau
pengelompokan karena disengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran
membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama
ketika kelompok perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan.
Maka guru harus bisa mengambil inisiatif dan mempertahankan perhatian anak
didik dan memberitahukan (dapat dengan tanda-tanda) bahwa ia bekerja sama
dengan kelompok atau subkelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang.
d)
Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas
Untuk mengarahkan kelompok kedalam pusat
perhatian seperti dijelaskan diatas, juga memudahkan anak menjalankan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya maka tugas guru adalah memaparkan setiap
pelaksanaan tugas-tugas tersebut sebagai petunjuk pelaksanaan yang harus
dilaksanakan anak secara bertahap dan jelas.
e)
Menegur
Permasalahan bisa terjadi dalam hubungannya
antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Permasalahan dalam hubungan
tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran, sehingga guru sebagai
pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran yang sesuai dengan tugas
dan perkembangan siswa. Sifat dari teguran bukan dari hal yang memberikan
efek penyerta yang menimbulkan ketakutan pada siswa tapi bagaimana siswa
bisa tahu dengan kesalahan yang dilakukannya .
f)
Memberi penguatan
Penguatan adalah upaya yang diarahkan
agar prestasi yang dicapai dan perilaku-perilaku yang baik dan dipertahankan
oleh siswa atau bahkan mungkin ditingkatkan atau dapat ditularkan kesiswa
lainnya. Penguatan yang dimaksudkan dapat berupa reward yang bersifat
nonmaterial juga yang bersifat material tapi tidak berlebihan .
2.
Keterampilan
yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.
Keterampilan ini
berkaitan dengan tanggapan guru terhadap anak didik yang berkelanjutan dengan
maksud agar guru dapat mengadakan kegiatan remedial untuk mengembalikan kondisi
belajara yang optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan
yang berulang –ulang walaupun guru telah menggunakan tingkah laku dan tanggapan
yang sesuai, guru dapat meminta bantuan kepala sekolah, konselor sekolah, atau
orang tua anak didik untuk membantu mengatasinya.
Bukanlah kesalahan
profesional guru apabila ia tidak dapat menangani setiap masalah anak didik
dalam kelas. Namun pada tingkat tertentu guru dapat menggunakan seperangkat
strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah laku anak didik yang terus
menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam tugas kelas.
Strategi itu adalah:
a)
Memodifikasi tingkah laku
Modifikasi tingkah laku adalah menyesuaikan
bentuk-bentuk tingkah laku kedalam tuntutan kegiatan pembelajaran sehingga
tidak muncul prototyfe pada diri anak tentang penilaian yang kurang baik. Guru
menganalisis tingkah laku anak didik yang mengalami masalah atau kesulitan dan
berusaha memodifikasi tingkah laku tersebut dengan mengaplikasikan pemberian
penguatan secara sistematis.
b)
Pengelolaan kelompok
Kelompok kecil ataupun kelompok belajar di
kelas adalah merupakan bagian pencapaian tujuan pembelajaran dan strategi yang
diterapkan oleh guru. Kelompok biasa muncul secara informal seperti teman
bermain, teman seperjalanan , gender dan lain-lain. Untuk kelancaran
pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran maka kelompok yang ada dikelas
itu harus dikelola dengan baik oleh guru.
c)
Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
Permasalahan memiliki sifat perennial (akan
selalu ada) dan nurturan effect, oleh karna itu permasalahan akan muncul
didalam kelas kaitanya dengan interaksi dan akan diisi oleh dampak pengiring
yang besar bila tidak biasa di selesaikan. Guru dapat dapat melakukan
seperangkat cara untuk mengendalikan tingkah laku keliru yang muncul, dan ia
mengetahui sebab-sebab dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah laku
tersebut serta berusaha untuk menemukan pemecahannya. Guru harus datang
mendeteksi permasalahan yang mungkin muncul dan dengan secepatnya mengambil
langkah penyelesain sehinggaada solusi untuk masalah tersebut.
C.
Permasalahan
Dalam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
Hal ini merupakan
hambatan kemajuan pelajaran atau aktivitas kelas. Siswa pada umumnya mencatat
sebagai hal yang membosankan dan tidak mau terlibat dalam kegiatan dikelas.
Pengulangan Penjelasan Yang Tidak Perlu Terjadi Jika Guru memberi petunjuk yang
berulang-ulang secara tidak perlu membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau
secara terpisah memberi petunjuk ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat
diberikan secara bersama-sama kepada seluruh kelompok sekali saja di depan
kelas.
Keterampilan ini
berhubungan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang
berkelanjutan dengan maksud guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk
mengembalikan tindakan optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan
gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah mencoba memadamkan dengan
tanggapan yang relevan tetap saja terjadi guru dapat meminta bantuan, Kepala
Sekolah, Konselor/BP dan Waka kesiswaan untuk membantu mengatasinya. Bukanlah
kesalahan professional guru apabila tidak dapat menangani permasalahan anak
didik dalam kelas berkenaan dengan itu guru dapat menggunakan seperangkat
strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah anak didik yang terus
menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam kegiatan di
kelas.
1. Strategi Yang Dapat Digunakan
a)
Modifikasi Tingkah Laku
Guru hendaklah menganalisis tingkah anak didik
yang mengalami masalah dan berusaha memodifikasi tingkahlaku tersebut. Dengan
mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
1)
Dapat kerjasama dengan
rekan kerja mengatasi masalah
2)
Merinci dengan tepat
tingka yang menimbulkan masalah
3)
Memilih dengan teliti
tingkah yang diperbaiki dengan mudah untuk diubah, tingkah yang paling
menjengkelan yang sering muncul
4)
Tepat memilih
pemberian penguatan yang dapat digunakan untuk mempertahankan tingkah yang
telah menjadi baik.
b)
Pendekatan Pemecahan
Masalah Kelompok
1)
Memperlancar tugas,
mengadakan terjadinya kerjasama yang baik dalam pelaksanaan tugas
2)
Memelihara kegiatan-kegiatan
kelompok, memelihara dan memulihkan semangat anak didik dan menangani konflik
yang timbul
3)
Menemukan dan
memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
4)
Guru dapat menggunakan
seperangkat cara untuk mengendalikan tingkahlaku keliru yang muncul, guru harus
mengetahui sebab dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah tersebut.
Serta berusaha mencari pemecahanya.
2. Hal-hal yang harus di hindari
a)
Campur Tangan Yang
Berlebihan
Seperti guru menyela kegiatan yang asik berlangsung
dengan komen atau petunjuk mendadak, maka kegiatan siswa akan terganggu atau
terputus. Kesan guru tidak memperhatikan kebutuhan siswa, hanya memuaskan
dirinya saja.
b)
Kelenyapan
Terjadi jika guru gagal secara tepat
melengkapi suatu intruksi penjelasan atau petunjuk, komentar. Kemudian
menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alas an yang jelas dan membiarkan
pikiran anak mengawang-awang.
c)
Ketidak tepatan memulai
dan mengahiri kegiatan
Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas
tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya.
d)
Penyimpangan
Terjadi jika dalam kegiatan PBM guru terlalu
asik dengan kegiatan tertentu seperti sibuk dengan tempat duduk yang tidak rapi
atau cerita sesuatu yang tidak ada hubungan dengan materi terlalu jauh,
sehingga kelancaran kegiatan di kelas terganggu.
e)
Bertele-tele
DAFTAR PUSTAKA
Sartika, Dewi. 2014. Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas.
Jambi : Universitas Jambi.
Usman, Moh. Uzer. 2013. Menjadi Guru Profesional .
Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA
Materinya sangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusAllhamdulillah 😊
HapusSangat bermanfaat👍👍
BalasHapussangatembantu
BalasHapusmaterinya sangat bermanfaat kak
BalasHapussangat membantu kak
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusAllhamdulillah😊
HapusTerima kasih kak
BalasHapusAllhamdulillah🙂
HapusSangat bermanfaat postingannya kak, bahannya lengkap 😇
BalasHapusAllhamdulillah 😊
HapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusAllhamdulillah 😊
HapusMenurut kak bagaimana cara meningkatkan komponen managemen yang efisien cepat mudah diterima?
BalasHapusMaaf sebelumnya komponen yg efisien dan mudah diterima disini maksudnya bagaimana ya? Klw Efisien dan mudah diterima dalam proses pembelajaran, seorang guru tersebut harus mampu memahami keterampilan memanajamen kelas itu dengan baik agar proses pembelajaran tersebut dapat berjalan dengan baik.
HapusAllhamdulillah 😊
BalasHapusMaterinya sangt membantu
BalasHapusBagus sekali kak materinya..
BalasHapus