ASPEK, FUNGSI DAN FAKTOR MANAJEMEN KELAS
A.
ASPEK
MANAJEMEN KELAS
Kegiatan manajemen
kelas (pengelolaan kelas) meliputi dua kegiatan yang secara garis besar terdiri
dari :
1.
Pengaturan
orang (siswa)
Pengaturan orang atau siswa adalah bagaimana
mengatur dan menempatkan Siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual
dan perkembangan emosionalnya.Siswa diberikan kesempatan untuk memperoleh
posisi dalam belajar yang sesuai dengan minat dan keinginannya.
2.
Pengaturan
fasilitas
Pengaturan fasilitas adalah kegiatan yang
harus dilakukan siswa, sehingga seluruh siswa dapat terfasilitasi dalam
aktivitasnya di dalam kelas. Pengaturan fisik kelas diarahkan untuk
meningkatkan efektivitas belajar siswa sehingga siswa merasa senang, nyaman,
aman, dan belajar dengan baik. Kegiatan manajemen kelas sebagai aspek manajemen
kelas di SD yaitu :
a)
Mengecek kehadiran
b)
Mengumpulkan hasil
pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai
hasil pekerjaan
c)
Pendistribusian alat
dan bahan
d)
Mengumpulkan informasi
dari siswa
e)
Mencatat data
f)
Pemeliharaan arsip
g)
Menyampaikan materi pelajaran
h)
Memberikan tugas
Ketuju aspek ini harus dilakukan berurutan
tidak boleh sembarangan harus sesuai dengan yang telah di rencanakan, sesuai
dengan apa saja isi dari kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Hal ini
berbedah dengan bagian administrasi.
B.
FUNGSI
MANAJEMEN KELAS
Fungsi manajemen kelas
sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan di
dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang hendak
dicapinya. Adapun fungsi manajemen kelas yaitu :
1.
Merencanakan
atau perencanaaan
Secara sederhana merencanakan adalah suatu
proses merumuskan tujuan-tujuan, sumber daya, dan teknik/metode yang terpilih. Merencanakan
adalah membuat suatu target-target yang akan dicapai atau diraih di masa depan.
Dalam organisasi merencanakan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan
secara matang arah, tujuan dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya
dan metode/teknik yang tepat. Merencanakan pada dasarnya membuat keputusan
mengenai arah yang akan dituju, tindakan yang akan diambil, sumber daya yang
akan diolah dan teknik/metode yang dipilih untuk digunakan. Rencana mengarahkan
tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya. Prosedur
itu dapat berupa pengaturan sumber daya dan penetapan teknik/metode.
2.
Pengorganisasikan
Setelah mendapat kepastian tentang tujuan,
sumber daya dan teknik/metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut,
lebih lanjut manajer melakukan upaya pengorganisasian agar rencana
tersebut dapat dikerjakan oleh orang ahlinya secara sukses.
Mengorganisasikan adalah proses mengatur, mengalokasikan dan mendistribusikan
pekerjaan, wewenang dan sumber daya diantara anggota organisasi untuk
mencapai tujuan organisasi.
3.
Pengarahan
Memimpin institusi pendidikan lebih menekankan
pada upaya mengarahkan dan memotivasi para personil agar dapat melaksanakan
tugas pokok Fungsinya dengan baik. Memimpin menurut Stoner adalah proses
mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari
anggota kelompok atau seluruh organisasi. Seorang pemimpin dalam melaksanakan
amanatnya apabila ingin dipercaya dan diikuti harus memiliki sifat kepemimpinan
yang senantiasa dapat menjadi pengarah yang didengar ide dan pemikirannya oleh
para anggota organaisasi. Hal ini tidak semata mata mereka cerdas membuat
keputusan tetapi dibarengi dengan memiliki kepribadian yang dapat dijadikan
suri tauladan.
4.
Pengendalian
Mengendalikan institusi pendidikan adalah
membuat institusi berjalan sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan dan sampai
kepada tujuan secara efektif dan efisien. Perjalanan menuju tujuan dimonitor,
diawasi dan dinilai supaya tidak melenceng atau keluar jalur. Apabila hal ini
terjadi harus dilakukan upaya mengembalikan pada arah semula. Dari hasil
evaluasi dapat dijadikan informasi yang harus menjamin bahwa aktivitas yang
menyimpang tidak terulang kembali. Pengendalian adalah proses untuk
memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang
direncanakan.
C.
FAKTOR
MANAJEMEN KELAS
Berhasilnya manajemen
kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor
tersebut melakat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga
dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio-emosional) yang melekat pada guru.
Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, ada beberapa faktor yang
mempengaruhinya antara lain:
1. Kondisi fisik
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai
pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang
menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas
proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan
pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a)
Ruangan tempat
berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan tempat belajar harus memungkinkan
semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling menganggu
antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas
belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa
yang melakukan kegiatan. Jika ruangan itu tersebut mempergunakan hiasan,
pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.
b)
Pengaturan tempat
duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang penting
adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat
mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi
kelancaran proses belajar mengajar.
c)
Ventilasi dan
pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan (kendati pun
guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah aset penting untuk terciptamya
suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus cukup menjamin
kesehatan siswa.
2. Non fisik
Kondisi sosial emosional dalam kelas akan
mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar,
kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi
sosio-emosional tersebut meliputi :
a)
Tipe kepemimpinan
Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan
mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan
kepemimpinannya secara demokratis, laisez faire atau demokratis. Kesemuanya itu
memberikan dampak kepada peserta didik.
b)
Sikap guru
Sikap guru dalam menghadapi siswa yang
melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan
suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru
terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya bukan membenci siswanya. Terimalah
siswa dengan hangat sehingga ia insyaf akan kesalahannya. Berlakulah adil dalam
bertindak. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswasadar akan kesalahannya
sehingga ada dorongan untuk memperbaikikesalahannya.
c)
Suara guru
Suara guru, walaupun bukan faktor yang besar,
turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang melengking tinggi
atau senantiasa tinggal atau malah terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh
siswa akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan sehingga
pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi
cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks cenderung
akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya
bervariasi agar tidak membosankan siswa.
d) Pembinaan hubungan baik (raport)
Pembinaan hubungan baik (raport) antara guru dan siswa dalam
masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya
hubungan baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan
semangat, bersikap optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang
dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.
DAFTAR PUSTAKA
Mudasir. 2011. Manajemen
Kelas. Yogyakarta: Penerbit Zanafa Publishing.
POUD dan Dirjen
Dikdasmen yang dikutip Rackman 1998/1999. Hal 15 / Rulam Ahmadi, Profesi
Keguruan, 2018. Hal 1717 Jogyakarta ARRUZZ Media
Suyono dan Hariyanto.
2017. Belajar dan Pembelajaran (hal 20). Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Trimakasih materi nya kak
BalasHapusMaterinya bermanfaat sekali kakπ
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusAllhamdulillah π
HapusMaterinya sangat membantu kakakπ
BalasHapusAllhamdulillah π
Hapusmaterinya sangat bermanfaat kak
BalasHapusAllhamdulillah π
HapusMksih, materinya bisa jadi referensi
BalasHapusAllhamdulillah semoga bermanfaat π
HapusTerimakasih tulisannya kak, sangat bermanfaat ππ»
BalasHapusAllhamdulillah π
HapusMembantu sekali
BalasHapusblognya sangat membantu kak
BalasHapusMaterinya sangt membantu
BalasHapusTerima kasih materinya ukhti. π
BalasHapus