Langsung ke konten utama

Tugas 11 manajemen kelas di SD

PRINSIP PRINSIP MANAJEMEN KELAS

A. Sumber pelanggaran disiplin kelas

    Pelanggaran adalah perilaku yang menyimpang untuk melakukan tindakan menurut kehendak sendiri tanpa memperhatikan peraturan yang telah dibuat. Berdasarkan pengertian yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa pelanggaran adalah bentuk kenakalan siswa yang dilakukan menurut kehendaknya sendiri tanpa menghiraukan peraturan yang telah dibuat.
          Terdapat beberapa faktor atau sumber yang dapat menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang dapat mengganggu terpeliharanya disiplin. Menurut Ekosiswoyo dan Rahman, contoh-contoh sumber pelangaran disiplin antara lain :

1) Keadaan sekolahan,
      contohnya Tipe kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan siswa. Perbuatan seperti itu mengakibatkan siswa menjadi berpura-pura patuh,apatis atau sebaliknya. Hal ini akan menjadikan siswa agresif yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima.
         Guru yang membiarkan siswa berbuat salah ,lebih mementingkan mata pelajaran dari pada siswanya.
          Lingkungan sekolah seperti : hari-hari pertama dan hari-hari akhir sekolah (akan libur atau sesudah libur), pergantian pelajaran,pergantian guru,jadwal yang kaku atau jadwal aktivitas sekolah yang kurang cermat ,suasana yang gaduh ,dll.

2) Dari keluarga
              contohnya Lingkungan rumah atau keluarga, seperti kurang perhatian, ketidak teraturan, pertengkaran, masa bodoh, tekanan dan sibuk urusan masing-masing.
     
         Lingkungan atau situasi tempat tinggal, seperti lingkungan kriminal,lingkungan bising dan lingkungan minuman keras.


B. Peraturan dan tata tertip kelas
         Menurut Instruksi Menteri Pendidikan dan kebudayaan tanggal 1 Mei
1974, No. 14/U/1974 dalam Suryosubroto (2010: 81), “Tata tertib sekolah ialah ketentuan-ketentuan yang mengatur kehidupan sekolah sehari-hari dan mengandung sanksi terhadap pelanggarannya”. Tata tertib murid adalah bagian dari tata tertib sekolah, di samping itu masih ada tata tertib guru dan tata tertib tenaga administrative. Kewajiban menaati tata tertib sekolah adalah hal yang penting sebab merupakan bagian dari sistem persekolahan dan bukan sekadar sebagai kelengkapan sekolah.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1998: 37), mengemukakan bahwa: “Peraturan tata tertib sekolah adalah peraturan yang mengatur segenap tingkah laku para siswa selama mereka bersekolah untuk menciptakan suasana yang mendukung pendidikan”.
         
           Pada dasarnya tata tertib untuk murid adalah sebagai berikut:

1) Tugas dan kewajian dalam kegiatan intra sekolah:
a. Murid harus datang ke sekolah sebelum pelajaran dimulai.
b. Murid harus sudah siap menerima pelajaran sesuai dengan jadwal sebelum pelajaran itu dimulai.
c. Murid tidak dibenarkan tinggal di dalam kelas pada saat jam istirahat kecuali jika keadaan tidak mengizinkan, misalnya hujan.
d. Murid boleh pulang jika pelajaran sudah selesai.
e. Murid wajib menjaga kebersihan dan keindahan sekolah.
f. Murid wajib berpakaian sesuai dengan yang ditetapkan oleh sekolah.
g. Murid juga memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler seperti: kepramukaan, kesenian, palang merah remaja, dan sebagainya.

2) Larangan-larangan yang harus diperhatikan:
a. Meninggalkan sekolah/jam pelajarantanpa izin dari kepala sekolah atau guru yang bersangkutan.
b. Merokok di sekolah.
c. Berpakaian tidak senonoh atau bersolek yang berlebihan.
d. Kegiatan yang menganggu jalannya pelajaran.

3) Sanksi bagi murid dapat berupa:
a. Peringatan lisan secara langsung.
b. Peringatan tertulis dengan tembusan orang tua.
c. Dikeluarkan sementara.
d. Dikeluarkan dari sekolah.
   
             Dalam prakteknya, aturan tata tertib yang bersumber dari instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut perlu dijabarkan atau diperinci sejelas-jelasnya dan disesuaikan dengan kondisi sekolah agar mudah dipahami oleh murid.

Berikut ini contoh tata tertib yaitu :

1.Siswa hadir di kelas tepat pada waktunya.


2.Piket kelas hadir lebih awal.

3.Siswa harus berpakaian seragam sesuai ketentuan pakaian seragam di sekolah.

4.Siswa harus bersikap sopan santun dan saling menghargai.

5.Siswa tetap belajar di ruang kelas walaupun guru mata pelajaran berhalangan hadir.

6.Siswa harus menjaga ketertiban, keindahan dan keamanan (K3) kelas.

7.Siswa dilarang membawa senjata tajam kecuali peralatan yang dibutuhkan dalam pembelajaran.

8.Siswa dilarang membawa dan menggunakan handphone ke dalam kelas.

Butir-butir peraturan kelas itu dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kelas di sekolah masing-masing.


DAFTAR PUSTAKA

Ekosiswoyo dan Rahman ,Manejemen kelas Semarang : IKIP Semarang Press.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 3 Manajemen Kelas di SD

A.     Konsep Manajemen Kelas Manajemen merupakan terjemahan dari kata “Pengelolaan”. Karena terbawa oleh derasnya arus penambahan kata pungut kedalam Bahasa Indonesia, maka istilah Inggris tersebut kemudian di Indonesiakan menjadi “Manajemen“. Arti dari manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. Maka, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan atau manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Sedangkan Kelas dalam Didaktik terkandung suatu pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Sedangkan kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa. Disamping Manajemen merupakan kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki...

Tugas 14 manajemen kelas di SD

A. Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat Secara etimologis hubungan masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa Inggris “public relation” yang berarti hubungan sekolah dengan masyarakat ialah sebagai hubungan timbal balik antar suatu organisasi (sekolah) dengan masyarakatnya. Pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dilihat dari beberapa definisi berikut ini. Menurut Kindred Leslia, dalam bukunya “School Public Relation” mengemukakan pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut : hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dari karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah. Selanjutnya Onong U. Effendi dalam bukunya Human Relations and Public Relations dalam Management (1973:55) mengemukakan bahwa Public Relations adalah kegiatan berencana untuk menciptakan, m...

Tugas 8 manajemen kelas di SD

MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA A. Latar belakang masalah             Suasana sekolah pada umumnya dan suasana kelas pada khususnya merupakan modal penting bagi jernihnya pikiran untuk mengikuti pelajaran. Oleh karena itu dibutuhkan suatu keadaaan yang menyenangkan demi meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan pelajaran, untuk mengatasinya dibutuhkan manajemen kelas yaitu penanganan yang baik agar dalam kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Kelas merupakan suatu tempat anak belajar untuk mendapatkan ilmu, berinteraksi dengan teman serta pembentukan pribadi yang baik. Kegiatan belajar siswa yang berada di sekolah diharapkan harus intens untuk berada di kelas. Dalam lingkup kelas terdiri dari siswa yang dapat ditinjau dari cara belajar mereka, karakter siswa, hubungan sosial, kedisiplinan, tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Guru sebagai pengelola kelas, da...